Selasa, 29 Maret 2011

Akhirnya Madura Punya Mal

Akhirnya Madura Punya Mal

Pembangunan menelan dana Rp 50 miliar dan seluruhnya ditanggung APBD Bangkalan.

Bangkalan Plaza di Madura (Surabaya Post)
BERITA TERKAIT

SURABAYA POST - Untuk pertama kalinya, Madura memiliki mal. Adalah Bangkalan Plaza (Banplaz) nama mal itu. Proyek yang sudah digarap sejak tiga tahun lalu itu terus dikebut.

Bahkan, pada 2010 ini mendapat tambahan dana Rp 2 miliar. Total kucuran APBD Bangkalan 2010 untuk proyek itu menjadi Rp 14 miliar.

Tambahan dana Rp 2 miliar telah diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2010 dan disetujui DPRD setempat.

"Jadi tahun 2010 Banplaz dapat anggaran Rp 14 miliar. Mudah-mudahan satu-satunya mal di Madura ini bisa segera beroperasi," kata Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Mukaffi Anwar.

Pembangunan Banplaz menurut rencana menelan dana Rp 50 miliar dan seluruhnya ditanggung APBD Bangkalan secara multiyears.

Dana yang sudah dikucurkan sebelum 2010 sudah mencapai sekitar Rp 30 miliar. Mukaffi mengatakan, pada tahun anggaran 2011, Banplaz akan mendapat kucuran dana lagi dan tahun itu pembangunannya diharapkan tuntas.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Chairil Saleh, dihubungi terpisah mengatakan, dengan tambahan dana dari PAK, Banplaz yang menurut rencana terdiri atas empat lantai ini mendekati tahap akhir.

Sesuai desainnya, lantai 1 Banplaz bakal digunakan untuk toko emas, pakaian, sepatu, barang elektronik, dan komputer.

Lantai dua untuk departement store, game, dan swalayan. Lantai tiga untuk permainan anak-anak dan lainnya. Sedangkan lantai teratas untuk hiburan, billiard center, dan fasilitas lainnya.

Selain Banplaz, dua proyek besar di Bangkalan lainnya yang juga mendapat suntikan dana dari APBD melalui PAK 2010 adalah Kompleks Wisata Taman Rekreasi Keluarga (TRK) dan Stadion Bangkalan. Stadion Bangkalan akan mendapatkan tambanan kucuran dana Rp 2 miliar.

Saat ini, pembangunan stadion sepak bola dan atletik itu dalam tahap penggarapan tribun penonton dan pagar pembatas. Sebelumnya stadion dapat dana Rp 10 miliar dari Provinsi Jatim.

Dana tambahan Rp 2 miliar diplot untuk pembangunan areal parkir, taman, dan fasilitas penunjang lainnya di depan Stadion Bangkalan.

Sedangkan Taman Rekreasi Keluarga mendapatkan tambahan dana pada PAK Rp 1,2 miliar. Dana tersebut untuk perbaikan toilet, saluran air, taman, pengadaan rumah pompa, dan peningkatan sarana bermain lainnya di area wisata di belakang Stadion Bangkalan itu.

Dewan berharap dengan tambahan Rp 1,2 miliar, objek wisata di tengah kota tersebut benar-benar bisa menjadi tujuan rekreasi warga Bangkalan dan sekitarnya.

"Kalau megaproyek tuntas, perekonomian di Bangkalan diharapkan meningkat. Dan tahun depan kita akan membangun pedesaan," ungkap Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Mukaffi Anwar. (adi)

Sabtu, 19 Maret 2011

Mengenal Makanan Khas Madura

Mengenal Makanan Khas Madura

Madura. Pulau seluas 4.250 kilometer persegi di sebelah timur laut Pulau Jawa ini, menyimpan kekayaan kuliner yang tidak kalah dari daerah-daerah lain di Indonesia. Jika diminta menyebutkan makanan khas Madura, kita pasti akan menyebut soto dan sate.

Sebenarnya, makanan khas Madura bukan hanya soto dan sate. Di Madura, kita dapat menjumpai makanan unik lain yang jarang ditemui di daerah lain, seperti nasi jagung dan kaldu soto.

Soto Madura

Soto madura menggunakan bahan dasar daging sapi, telur rebus, tauge, dan kentang goreng. Adapun bumbu kuahnya terdiri atas bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, kemiri, jeruk purut, dan garam.

Soto madura disajikan dengan taburan daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng. Untuk pelengkap, soto dihidangkan dengan sambal dan irisan jeruk nipis.

Di Sumenep, soto disajikan dengan singkong rebus. Soto unik ini memakai tauge goreng, bihun, bawang daun, bawang goreng, daging sapi, dan usus sapi. Soto sumenep disajikan dengan bumbu kacang yang dibuat dari kacang, petis, dan pisang muda, yang diulek hingga halus.

Lain lagi di Pamekasan. Soto pamekasan berbahan kentang rebus, perkedel kentang, dan tauge, yang diguyur kuah kaldu bening berbumbu merica dan bawang putih. Soto sumenep dihidangkan dengan taburan bawang goreng dan daun seledri. Sebagai pelengkap, soto dimakan dengan lontong, rempeyek, dan bakwan jagung.

Sementara itu, di Bangkalan, selain daging sapi, kadang soto memakai bahan daging ayam atau jeroan. Soto bangkalan disajikan dengan taburan kentang goreng. Untuk kuahnya, ada dua jenis, yakni kuah bening dan kuah kuning.

Nasi Jagung

Kondisi tanah dan iklim Madura sangat cocok untuk tanaman jagung. Rasa jagung yang ditanam di Madura, konon, lebih enak dibanding jagung dari daerah lain. Sebagian masyarakat Madura, bahkan, menggunakan jagung sebagai makanan pokok.

Jika Anda bekunjung ke Madura, penjual nasi jagung dapat dengan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional. Biasanya, penjual nasi jagung membawa dagangannya dalam bakul bambu.

Nasi jagung madura tentu saja dibuat dari beras jagung dengan campuran sedikit beras putih biasa. Nasi jagung terasa sedap karena disajikan hangat di atas wadah dari daun pisang. Nasi jagung cukup menyehatkan karena dilengkapi urap sayur-sayuran segar, berupa taoge dan kacang panjang.

Selain urap, pilihan lainnya adalah sayur lodeh. Untuk lauknya, tersedia pepes tongkol dan tempe bumbu bali. Nasi jagung makin terasa sedap jika dimakan dengan sambal.

Kaldu Soto (Kalsot)

Kaldu soto atau biasa disebut kalsot merupakan makanan unik yang mungkin hanya bisa ditemui di Madura. Tampilannya mirip bubur kacang ijo karena kaldu soto menggunakan bahan utama kacang hijau.

Meski sama-sama berbahan baku kacang hijau, rasa kaldu soto tentu berbeda dengan bubur kacang ijo. Kaldu soto berasa asin dengan aroma daging yang kuat karena menggunakan kikil sapi.

Selain itu, kaldu soto berbumbu rempah-rempah sehingga terasa gurih. Kaldu soto makin terasa sedap dengan taburan bawang merah dan seledri. Jika menyukai rasa pedas, kaldu soto dapat ditambah sambal.

Sate Lalat

Sate madura bagi kita mungkin sudah biasa. Di setiap kota di Indonesia, hampir bisa dipastikan selalu ada warung sate madura. Namun, pernahkah Anda mencoba sate lalat?

Sate lalat atau di Madura disebut sate laler, tentu bukan sate yang dibuat dari bahan lalat. Seperti sate-sate yang lain, sate lalat dibuat dari daging kambing atau ayam. Namun, daging kambing atau ayam tersebut dipotong kecil-kecil sebelum ditusuk dan dibakar sehingga disebut sate lalat.

Proses pembakaran sate lalat tidak terlalu lama karena potongan yang kecil membuat daging sate lebih cepat matang. Rasa sate lalat tidak berbeda jauh dengan sate lainnya, tetapi bumbunya terasa lebih meresap. Sate lalat disajikan dengan bumbu kacang, sambal, dan kecap.

Kamis, 17 Maret 2011

batik madura

Batik Madura merupakan salah satu warisan budaya lokal Indonesia yang mempunyai nilai seni yg tinggi. Adalah kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk melestarikannya dan jika mampu mengembangkannya sebagai bagian dari identitas bangsa. Kelahiran website www.pusatbatikmadura.com (PBM) ini adalah sebagai bentuk cinta kepada warisan budaya lokal batik Madura, sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan dan mengembangkannya supaya tidak musnah ditelan perkembangan jaman.

Konsep dasar PBM (Pusat Batik Madura) adalah menghadirkan koleksi2 batik Madura, dari seluruh pelosok Madura. Seperti kita ketahui, batik Madura sangatlah banyak ragam jenisnya. Mulai dari batik Tanjungbumi, batik Pamekasan, Batik Sumenep, Sampang, dst. Bahkan dalam satu daerah, Bangkalan misalnya, terdapat banyak beraneka ragam motif batik. Namun, PBM hanya akan menghadirkan batik2 tulis. Khusus batik tulis dari Madura. Kenapa demikian? Bentuk seni batik paling murni adalah batik tulis. Dan di pulau Madura, batik cap tidaklah terlalu populer. Sangat berbeda dengan daerah lain, dimana banyak yang dimaksud batik tulis adalah batik cap yang dikombinasi dng batik tulis.